🐭 Mursyid Thoriqoh Yang Masih Hidup
Sebuahtarekat tidak dapat dinamakan tarekat jika tidak memiliki guru Mursyid, dan Mursyid tentunya merupakan seseorang yang memiiki sanad keirsyadan yang terhubung hingga Rasulullah saw. dan kemudian melalui Jibril as. dapat terhubung kepada-Nya. Manusia membutuhkan ahli yang dapat membersihkan hati yang kotor, nah, Mursyid-lah sang ahli itu.
Dalamtradisi tarekat, kedudukan mursyid senantiasa dijabat oleh orang laiki-laki. Tidak lazim mursyid dijabat oleh seorang wanita. Di daerah Malang, pernah ada kejadian bahwa seorang pengamal tarekat mendapatkannya dari seorang wanita, yang masih ibunya sendiri, kemudian ajarannya tidak diakui
KH Rd. Muhammad Yusuf Prianadi Kartakoesoemah kupas tuntas tentang Maqom-maqom Thoriqoh Selengkapnya silahkan simak di link berikut..
AlMursyid KH. Muhammad. Romly Tamim merupakan santri KH. Kholil Bangkalan. Beliau merupakan putra keempat dari Kiyai Tamim Irsyad (seorang ulama dari Bangkalan Madura), akan tetapi sejak kecil KH. Romly Tamim tinggal di Jombang. Kiyai Tamim Irsyad selain sebagai ayah, beliau merupakan guru yang mengajar KH. Muhammad.
Mengikutitradisi keilmuan thoriqoh, murid-murid dari Syaikh Ma'ruf, Jenengan, dan Syaikh Idris, Kacangan, pun rata-rata melanjutkan bai'at dan suluk mereka kepada mursyid-mursyid thoriqoh Syadziliyyah lain yang saat ini masih hidup. Meski ada juga yang secara kasuistik justru mengibarkan bendera kemursyidan sendiri.
Kemursyidanitu adalah misi hidup, dan hanya boleh dipegang oleh mereka yang telah mencapai ma'rifat dan misi hidupnya adalah mursyid. Tidak semua orang yang telah ma'rifat boleh serta merta menjadi mursyid. Wali Quthb (pemimpin para wali di suatu zaman) seperti Ibn 'Arabi pun tidak menjadi mursyid thariqah.
Beliaupun mendapatkan ijazah membai'at dan menjadi mursyid. Di antara guru-guru nya itu adalah: 1) Thariqah an-Naqsyabandiyah al-Khalidiyah. muslimin-muslimat baik yang masih hidup maupun yang mati." Gaya Hidup Sehat Masyarakat Thoriqoh Melawan Pandemi Covid-19. Tokoh 2 years ago. Habib Ahmad bin Ismail bin Yahya, Siapakah Beliau?
Padahaljelas sekali dalilnya bahwa seorang mursyid itu harus masih hidup. Sesepuh tarekat Qadiriyyah wan Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya KH Muhammad Sholeh menambahkan, tarekat tidak akan bisa berjalan ketika tidak ada gurunya (mursyid). baca juga: Penerus Mursyid TQN PP Suryalaya, Dan Bukti Keontetikan Abah Aos Sebagai Mursyid
Ya ternyata setelah dioperasi daging jadi itu berubah menjadi seorang bayi, yang diberi nama Sufi Firdaus. Idos panggilan anak ini, hingga saat ini masih hidup dan mengabdikan dirinya untuk menjadi murid Syeikh Ahmad Shohibul wafa Tajul 'Arifin ra (Abah Anom). *MENGAWASI HATI MURID-MURIDNYA
WAYANG KHASANAH TQN MURSYID KE 39. Hiruk pikuk masa kampanye pemilihan Presiden Republik Indonesia (RI) tahun 2014 ini telah banyak menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat terkait siapa yang akan dipilih menjadi Presiden untuk memimpin Indonesia periode lima tahun ke depan. Dasar Ajaran Cinta Negara Bagi Ikhwan Thoriqoh Qodiriyyah
Silsilahadalah mata rantai Ruhani yang sambung menyambung dari Mursyid yang masih hidup kepada para Mursyid yang telah wafat hingga sampai kepada Rosululloh SAW dan Alloh SWT . وَعَنْ أبي هُرَيْرَةَ رَضِيَ الله عَنْهُ أنَّهُ قَالَ ، قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :
HabibMuhammad Luthfi bin Ali bin Yahya (lahir 10 November 1947) adalah seorang Sayyid, Kiai, Ulama, Mursyid dan Dai berkebangsaan Indonesia. Dr. (HC). Habib Muhammad Luthfi bin Yahya. Selain menjadi pendakwah, Habib Luthfi juga menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah.
Gulu. Thoriqoh Shiddiqiyyah saat ini dipimpin oleh seorang Mursyid yaitu Almukarom Syekh Kyai Muchammad Muchtar Mu’thi putra dari pasangan Hajj Abdul Mu’thi dan Nyai Nashihah. Dilahirkan di desa Losari, Ploso Jombang Jawa Timur, tanggal 14 Oktober 1928. Pendidikan yang pernah ditempuh adalah Madrasah Islamiyah Rejoagung, Ploso, Jombang, Pesantren Rejoso, Peterongan, Jombang, kemudian dilanjutkan di Pesantren Tambakberas, Jombang. Setelah menempuh pendidikan pesantren beliau menjadi guru Madrasah di Lamongan dan pada saat itulah bertemu dengan Syekh Ahmad Syuaib Jamali Al Banteni yang pada akhirnya melimpahkan Ilmu Thoriqoh pada Muchammad Muchtar. Beliau mendapat pendidikan dan pengajaran Thoriqoh dari Syekh Syuaib dalam crass program, atau program intensif lima tahun. Mulai tahun 1959 Kyai Muchtar mengajarkan Thoriqoh Shiddiqiyyah di desa Losari Ploso Jombang sampai sekarang. Pada perkembangan terakhir ini, Thoriqoh Shiddiqiyyah sudah tersebar ke berbagai pelosok tanah air Indonesia bahkan ke negera tetangga seperti Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam. Murid-murid thoriqoh Shiddiyyah terus bertambah setiap hari dan diperkirakan sekarang ini lebih dari lima juta orang. Mereka terdiri dari segala umur, berbagai tingkat sosial ekonomi dan berbagai profesi dan keahlian. Karena pesatnya perkembangan kaum muslimin muslimat yang memerlukan bimbingan pelajaran thoriqoh Shiddiqiyyah, beliau Mursyid, mengangkat wakil-wakil yang disebut Kholifah yang bertugas mewakili Mursyid memberikan bimbingan pada murid-murid Shiddiyyah di seluruh penjuru nusantara. Kholifah yang pertama diangkat adalah Slamet Makmun, sebagai murid pertama, kemudian dikuti Duchan Iskandar, Sunyoto Hasan Achmad, Ahmad Safi’in, Saifu Umar Acmadi, Muhammad Munif dan lain-lain hingga lebih dari 40 orang kholifah. Pimpinan / Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Muchammad Muchtar bin Hajji Abdul Mu’thi Lahir Losari, Ploso Jombang, 14 Oktober 1928 Alamat Desa Losari Kec. Ploso Kab. Jombang Jawa Timur Pendidikan Madrasah Islamiyah Rejoagung Ploso Jombang Pesantren Rejoso Peterongan Jombang Pesantren Tambakberas, Jombang Sumber Bahan Sosialisasi ORSHID dan Laporan YPS Pusat ke Kejaksaan Negeri Jombang 1989
Di Kedung Paruk, Sokaraja Banyumas Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah diajarkan oleh Syekh Muhammad Ilyas bin Aly yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Guru Ilyas tahun 1864 M dan sejumlah penerusnya seperti Mbah Malik, KHR Rifa’i Afandi, KHR Abdussalam dan KHR Toriq Arif Naqsyabandiyah al Khalidiyah adalah salah satu thariqah mu’tabarah yang dalam sejarah mempunyai silsilah guru sampai Rasulullah SAW melalui mursyid akbar guru besar Syekh Muhammad Bahaudin al-Uwaisi al-Bukhari Ilyas Kedung ParukSyekh Muhammad Abdul MalikPenerus ThariqahMursyid ThariqahSilsilah Guru-Guru ThariqahMbah Ilyas Kedung ParukSemula Mbah Guru Ilyas hanya mengajarkan thariqah ini di Grumbul Kedung Paruk Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas Purwokerto. Namun perkembangannya meluas sampai Sokaraja dan daerah-daerah sekitar Karisidenan dan pengembang thariqah yang diajarkan oleh Mbah Guru Ilyas di Kedung Paruk adalah putra beliau dari istri Kedung Paruk Nyai Zainab cucu Syekh Abdus Shomad/Mbah Jombor , yaitu Syekh Muhammad Abdul Malik, sedang yang di Sokaraja adalah putra beliau dari istri Sokaraja Nyai Khatijah putri Kiai Abu Bakar Penghulu Landrat/ Peradilan Agama, yaitu Syekh Muhammad Muhammad Ilyas Mbah Guru Ilyas, memperoleh ijazah sebagai mursyid Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah dari Syekh Sulaiman Zuhdi Al Makki di Jabal Qubes Makkah Saudi Arabia. Beliau berguru memperdalam ilmu tasawuf dan berbagai disiplin ilmu lainnya di tanah suci selama 40 Guru Ilyas adalah salah satu dari sembilan Ulama yang mendapat amanah mengajarkan dan menyebarluaskan thariqah di tanah jawa khususnya dan nusantara Indonesia pada umumnya. Dari sang guru Syekh Sulaiman Zuhdi Al Makki Selama 48 tahun 1864-1912 Mbah Guru Ilyas mengemban amanah mengajarkan dan menyebarluaskan Thariqah Naqsyabandiyah Al Khalidiyah di sekitar Karsidenan Muhammad Abdul MalikBeberapa saat sebelum Mbah Guru Ilyas wafat tahun 1333 H/1912 M, kemursyidan Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah Kedung Paruk diamanahkan kepada Syekh Muhammad Abdul Malik dan kemursyidan di Sokaraja diamanahkan kepada Syekh Muhammad Affandi. Mbah Guru Ilyas wafat dalam usia 147 tahun dimakamkan di komplek Pondok Thariqah Sokaraja Muhammad Abdul Malik yang lebih dikenal dengan panggilan Mbah Malik, di samping mengajarkan mursyid Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah juga mengajarkan mursyid thariqah Syadziliyah dua thariqah terbesar di jugaBanom NU karangjengkol Ziarah Wali se Cilacap- BanyumasHalal Bihalal dan Silaturahim Toriqoh Nahsyabadiyah….Toriqoh Menurut Maulana Habib Lutfi bin YahyaSyekh Muhammad Abdul Malik dikenal sebagai Guru Besar Thariqah An Naqsyabandiyah dan Thariqah As Syadziliyyah Indonesia. Beliau memperoleh ijazah mursyid Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah langsung dari sang ayah Syekh Muhammad Ilyas, sedang ijazah mursyid thariqah Syadziliyyah diperoleh dari Al Qutub Al’Arif Billah As Sayyid Ahmad Nahrawi Al Makki Makkah Saudi samping itu Mbah Malik juga pengamal Thariqah Qadiriyyah, Alawiyyah dan lainnya. Konon Mbah Malik mengamalkan 12 Thariqah. Namun ada empat thariqah yakni Naqsyabandiyah Khalidiyah, Syadziliyah, Qadiriyyah dan Awwaliyyah yang beliau ajarkan kepada Malik memangku kemursyidan thariqah di Kedung Paruk selama 68 tahun 1912-1980 M. Beliau wafat dalam usia 99 tahun, pada hari Kamis malam Jum’at, 2 Jumadil Akhir 1400 H/ 17 April 1980 M dan dimakamkan di belakang Masjid Bahaa-ul-Haq wa Dhiyaa-ud-Dien Kedung ParukThariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah diturunkan kemursyidannya kepada Syekh Abdul Qadir cucu Mbah Malik dan dua thariqah terbesar Naqsyabandiyah Khalidiyah dan Syadziliyah diturunkan kemursyidannya kepada murid kesayangannya, yaitu Al Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Pekalongan Rais Am Jam’iyyah At Thariqah Mu’tabarah An Nahdiyyah Indonesia JATMAN.Penerus ThariqahPenerus Syekh Muhammad Abdul Malik di Kedung Paruk adalah cucu-cucu beliau, karena beliau tidak menurunkan anak laki-laki anak laki-laki satu-satunya yang bernama Ahmad Busyairi wafat ketika masih lajang umur 36 tahun. Satu-satunya anak perempuan Mbah Malik Nyai Chairiyah, menurunkan 9 orang anak 3 anak laki-laki dan 6 anak perempuan.Penerus pertama Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah adalah Syekh Abdul Qadir bin Haji Ilyas Noor cucu nomor 3, memperoleh ijazah mursyid langsung dari Mbah Malik, memangku kemursyidan selama 22 tahun 1980-2002. Syekh Abdul Qadir wafat pada hari senin 5 Muharram 1423 H/ 19 Maret 2002 M, dalam usia 60 tahun dimakamkan di belakang Masjid Bahaa-ul-Haq wa Dhiyaa-ud-Dien Kedung kedua Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah adalah cucu nomor 6, Syekh Sa’id bin Haji Ilyas Noor, Beliau memperoleh ijazah mursyid dari Alhabib Almursyid Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Pekalongan. Ia memangku kemursyidan selama 2 tahun 2002-2004. Syekh Said wafat pada hari kamis, 3 juli 2004 dalam usia 53 tahun dan dimakamkan di belakang Masjid Bahaa-ul-Haq wa Dhiyaa-ud-Dien Kedung penerus ketiga Thariqah Naqsyabandiyah al Khalidiyah adalah cucu nomor 7, Haji Muhammad bin Haji Ilyas Noor. Ia memperoleh ijazah mursyid dari Alhabib Almursyid Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya pada hari senin 1 Rajab 1424 H/ 18 Agustus 2004 M. Saat ini, thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah Kedung Paruk dipimpin oleh Haji Muhammad Ilyas Noor penerus ketiga Mbah pondok pesantren Bani Malik resmi pada tahun 2004. Sebelumnya jam’iyyah thariqah Kedung Paruk memiliki nama Pondok Pesantren Thariqah Robithoh As-shufiyah. Pergantian nama ini untuk mengabadikan Mbah Malik, sebagaimana ungkapan Kiai Muhammad Ilyas nama menjadi pondok pesantren bani malik ini mulai tahun 2004. Dulu awalnya malah tanpa nama ketika tahun 1864-1980. Perubahan nama ini karena ingin mengabadikan Mbah Malik karena Beliau sebagai pendobrak, pemerkasa dakwah di siniBerikut mursyid-mursyid Thariqah Naqsyabandiyah Al Khalidiyah Ilyas, Wafat 29 Shofar 1334 H 05 Januari, 1916 MKHR Muhammad Affandi, Wafat 1347 H 1929 MKHR Ahmad Rifa’i, Wafat 1388 H 1969 MKHR Abdusalam, Wafat Hari Senin, 13 Rajab, 1435 H 12 Mei 2014 MKHR Toriq Arif Ghuzdewan MSCESilsilah Guru-Guru ThariqahRasululloh Muhammad SAWSahabat Abu Bakar-SiddiqSahabat Salman Al-FarisiSyekh Qashim bin MuhammadSyekh Ja’far ShodiqSyekh Thaifur bin Isa Abu Yazid BustomiSyekh Abi Hasan Ali KhorqoniSyekh Abi Ali Al FadloiSyekh Yusuf HamdaniSyekh Abdul Kholiq GhujdawaniSyekh Arif RiwikariSyekh Mahmud Anjir FaghnawiSyekh Ali RomitaniSyekh Baba SamasiSyekh Amir Kulal KhojikaniyahSyekh Muhammad Bahauddin NaqsyabandiSyekh Alaudin AththorSyekh Ya’qub JarhiSyekh Nashiruddin Ubaidillah AhrorSyekh Muhammad ZahidSyekh Muhammad DarwisySyekh Muhammad KhaujakiSyekh Muhammad Baqi BillahSyekh Ahmad FaruqiSyekh Muhammad Ma’shumSyekh Muhammad SaifudinSyekh Nur Muhammad BudwaniSyekh Habibullah Syamsuddin Jana JananSyekh Abdullah DahlawiSyekh Khalid BaghdadiSyekh Abdullah MakkiSyekh Sulaiman QorimiSyekh Sulaiman Zuhdi Ismail BarusiKHR Muhammad IlyasKHR Afandi IlyasKHR Rifa’i AfandiKHR AbdussalamKHR Toriq Arif GhuzdewanThariqah Naqsyabandiyah Al Khalidiyah Mursyid, Guru & Silsilah, sumber Thariqah Sokaraja KhayaturrohmanIkuti berita NU Cilacap Online NUCOM di Google News, jangan lupa untuk follow Suka Berkomunitas, Suka Kopi, Blogger, Pengembang Website, Praktisi Ruqyah Aswaja, Terapis Cilacap, Team IT Situs Islam Aswaja NU Cilacap Online
mursyid thoriqoh yang masih hidup