🐻 Surat As Saffat Latin

ArabLatin: Waṣ-ṣāffāti ṣaffā. Artinya: Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya], « Yasin 83 As-Saffat 2 » GRATIS! Dapatkan pahala jariyah dan buku rahasia rezeki berlimpah, klik di sini untuk detailnya. Tafsir Surat As-Saffat Ayat 1 (Terjemah Arti) QuranSurat As Saffat Ayat 102. Bacaan QS 37:102 dalam huruf latin. Falamma balagha maAAahu alssaAAya qala ya bunayya innee ara fee almanami annee athbahuka faonthur matha tara qala ya abati ifAAal ma tumaru satajidunee in shaa Allahu mina alssabireena. Quran surat As Saffat ayat 102 dalam bahasa Arab. فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا J Surat As-Saffat - Surah As-Saffat adalah surat Al-Quranyang ke 37 berjumlah 182 ayat, termasuk kedalam surat dan diturunkan di kota Mekkah, As-Saffat artinya adalah "Barisan-Barisan". Berikut adalah Surat Arab,Latin, Terjemahan,Tafsir, Mp3 beserta Tajwid Warna-Warninya وَٱلصَّـٰٓفَّـٰتِ صَفًّا 1 Waṣ-ṣāffāti ṣaffā fastaftihima hum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), "Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?" Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat. 12 بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ bal 'ajibta wa yaskharụn SurahAs-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an.Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah serta diturunkan sesudah surah Al-An'am.Dinamai dengan As-Saffat (Yang Bersaf-Saf) diambil dari kata serupa yang terletak pada ayat permulaan surah ini yang menceritakan bagaimana para malaikat yang bersih jiwanya berbaris di Berikuttext Arab, latin dan artinya: Surat ke-37 ash-Shaffat, artinya Barisan-barisan, lengkap ayat 1-182. Kandungan surat ini berisikan tentang penyucian Allah dari apa yang dinisbahkan oleh kaum musyrikin kepada-Nya, dan membatalkan berbagai klaim mereka terkait malaikat dan jin. AmalanMalam Jumat, Bacaan Surat As-Saffat Lengkap Ayat 1-100 Lengkap Arab, Latin dan Terjemahannya "Hari baik yang paling baik ketika terbitnya matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu saat Adam diciptakan, Adam dimasukkan ke surga, dan kemudian be Berikut Bacaan Surat As-Saffat Ayat 1-100 untuk Dibaca pada Malam Jumat, Amalan agar Doa BERIKUTini Surat As-Saffat Ayat 1-182 yang lengkap dengan tulisan Arab, terjemahan latin, arti, hingga keutamaannya. Diketahui bahwa As-Saffat merupakan surat ke-37 di dalam kitab suci Alquran. Surat As-Saffat memiliki arti "Barisan-Barisan" dan terdiri dari 182 ayat. SurahAs-Saffat (bahasa Arab:الصّافات, "Yang Bersaf-Saf") adalah surah ke-37 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 182 ayat dan termasuk golongan surah Mak Suratas saffat dan artinya dan latin (untuk bantu yang belum lancar arab). Arti: Barisan-barisan. Jumlah Ayat: 182 | Al Quran dan Terjemahan Indonesia. SurahAs Saffat merupakan urutan surat yang ke-37 dalam Kitab Suci Al Qur'an. Surah As Saffat terdiri dari 182 ayat dan merupakan urutan Juz ke Juz 23 serta tergolong dalam surah Makkiyah. Baca Juga: Surat Sad Tulisan Arab Saja - ص بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ Read More » yuAS. Surah As-Saffat - سورة الصافات reading surah Al-Saaffat Written in Arabic language with translating meanings English & from the moshaf in arabic uthmaniSurah As-Saaffaat Surah No 37 - Ayat No 182 word No 29 - page No page - name Those Who Set The Ranks English translation of the meaning Page No 446 Quran in English Language - Page no 446 446 Sura Al-Saffat from 1 to 24 Sûrat As- Sâffât Those Ranged in Ranks XXXVII In the Name of Allâh, the Most Gracious, the Most Merciful 1. By those angels ranged in ranks or rows . 2. By those angels who drive the clouds in a good way. 3. By those angels who bring the Book and the Qur’ân from Allâh to mankind [ Tafsir Ibn Kathîr ] . 4. Verily your Ilâh God is indeed One Allâh 5. Lord of the heavens and of the earth, and all that is between them, and Lord of every point of the sun’s risings. [ 1 ] 6. Verily We have adorned the near heaven with the stars for beauty . [ 2 ] 7. And to guard against every rebellious devil. 8. They cannot listen to the higher group angels for they are pelted from every side. 9. Outcast, and theirs is a constant or painful torment. 10. Except such as snatch away something by stealing, and they are pursued by a flaming fire of piercing brightness. 11. Then ask them these polytheists, O Muhammad saas Are they stronger as creation, or those others like the heavens and the earth and the mountains whom We have created? » Verily, We created them of a sticky clay. 12. Nay, you O Muhammad saas wondered at their insolence while they mock at you and at the Qur’ân . 13. And when they are reminded, they pay no attention. 14. And when they see an Ayâh a sign, or an evidence from Allâh, they mock at it. 15. And they say This is nothing but evident magic!» 16. When we are dead and have become dust and bones, shall we then verily be resurrected?» 17. And also our fathers of old? » 18. Say O Muhammad saas Yes, and you shall then be humiliated. » 19. It will be a single Zajrah [ shout the second blowing of the Trumpet ] , and behold, they will be staring! 20. They will say Woe to us! This is the Day of Recompense! » 21. It will be said This is the Day of Judgement which you used to deny. » 22. It will be said to the angels Assemble those who did wrong, together with their companions from the devils and what they used to worship,» 23. Instead of Allâh, and lead them on to the way of flaming Fire Hell ;» 24. But stop them, verily they are to be questioned.»[1] The sun has approx. 365 points for its rising and 365 points for its setting the number of days of a solar year. Every day it rises and sets in a new point, till the end of the year, then it comes back to the same point after a year. [See Tafsir Al-Qurtubi,].[2] See the footnote of 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID eU0jfdlJitt7JeeyFc0bAshfGlKRK9_Moie1RKdnXfdU3u-aTwm4jw== وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ Waṣ-ṣāffāti ṣaffān. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf, untuk beribadah kepada Allah, فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ Faz-zājirāti zajrān. demi rombongan malaikat yang mencegah segala sesuatu dengan sungguh-sungguh, فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ Fat-tāliyāti żikrān. demi rombongan malaikat yang membacakan peringatan, اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ Inna ilāhakum lawāḥidun. sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa. رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriqi. Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari. اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ Innā zayyannas-samā'ad-dun-yā bizīnatinil-kawākibi. Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia yang terdekat dengan hiasan berupa bintang-bintang. وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ Wa ḥifẓam min kulli syaiṭānim māridin. Kami telah menjaganya dengan penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka. لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ Lā yassammāūna ilal-mala'il-alā wa yuqżafūna min kulli jānibin. Mereka setan-setan tidak dapat mendengar percakapan para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ Duḥūraw wa lahum ażābuw wāṣibun. untuk mengusir mereka. Bagi mereka azab yang kekal di akhirat, اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ Illā man khaṭifal-khaṭfata fa'atbaahū syihābun ṡāqibun. kecuali setan yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala. فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzibin. Maka, tanyakanlah kepada mereka musyrik Makkah, “Apakah mereka manusia lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya langit, bumi, dan lainnya yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan bapak mereka Adam dari tanah liat. بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ Bal ajibta wa yaskharūna. Bahkan, engkau Nabi Muhammad menjadi heran terhadap keingkaran mereka dan mereka selalu menghinamu. وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ Wa iżā żukkirū lā yażkurūna. Apabila diberi peringatan, mereka tidak mengingat mengindahkannya. وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ Wa iżā ra'au āyatay yastaskhirūna. Apabila melihat suatu tanda kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad, mereka sangat menghina. وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ Wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīnun. Mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata. ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa iẓāman a'innā lamabūṡūna. Apabila kami telah mati, lalu menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan? اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ Awa ābā'unal-awwalūna. Apakah nenek moyang kami yang terdahulu akan dibangkitkan pula?” قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ Qul naam wa antum dākhirūna. Katakanlah Nabi Muhammad, “Ya kamu akan dibangkitkan dan kamu akan terhina.” فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ Fa'innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa'iżā hum yanẓurūna. Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan tiupan sangkakala kedua. Maka, seketika itu mereka bangun dari kematiannya melihat apa yang terjadi. وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ Wa qālū yā wailanā hāżā yaumud-dīni. Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari Pembalasan itu.” هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ Hāżā yaumul-faṣlil-lażī kuntum bihī tukażżibūna. Inilah hari keputusan yang dahulu selalu kamu dustakan. اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ Uḥsyurul-lażīna ẓalamū wa azwājahum wa mā kānū yabudūna. Lalu, diperintahkan kepada para malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ Min dūnillāhi fahdūhum ilā ṣirāṭil-jaḥīmi. selain Allah. Lalu, tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka Jahim. وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ Waqifūhum innahum mas'ūlūna. Tahanlah mereka di tempat perhentian. Sesungguhnya mereka akan ditanya tentang keyakinan dan perilaku mereka.” مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ Mā lakum lā tanāṣarūna. Mereka lalu dikecam, “Mengapa kamu tidak tolong-menolong sebagaimana kamu di dunia?” بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ Bal humul-yauma mustaslimūna. Bahkan, mereka pada hari itu menyerah kepada putusan Allah. وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ Wa aqbala baḍuhum alā baḍiy yatasā'alūna. Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya berbantah-bantahan. قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ Qālū innakum kuntum ta'tūnanā anil-yamīni. Pengikut mereka berkata kepada pemimpinnya, “Sesungguhnya kamulah yang dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan untuk menghalangi kami dari kebajikan.” قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ Qālū bal lam takūnū mu'minīna. Pemimpin mereka menjawab, “Tidak, bahkan kamulah yang tidak mau menjadi orang mukmin. وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ Wa mā kāna lanā alaikum min sulṭānin, bal kuntum qauman ṭāgīna. Sebenarnya, kami sedikit pun tidak berkuasa terhadapmu untuk menghalang-halangimu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas. فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ Fa ḥaqqa alainā qaulu rabbinā, innā lażā'iqūna. Maka, putusan azab Tuhan akan benar-benar menimpa kita. Pasti kita akan merasakan azab itu. فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ Fa agwainākum innā kunnā gāwīna. Kami mengakui telah menyesatkan kamu. Sesungguhnya kami sendiri orang-orang yang sesat.” فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ Fa innahum yauma'iżin fil-ażābi musytarikūna. Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab. اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ Innā każālika nafalu bil-mujrimīna. Sesungguhnya demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang berbuat dosa. اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ Innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūna. Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Lā ilāha illallāh” Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah, mereka menyombongkan diri. وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ Wa yaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyāirim majnūnin. Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?” بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ Bal jā'a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīna. Padahal dia Nabi Muhammad datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan para rasul sebelumnya. اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ Innakum lażā'iqul-ażābil-alīmi. Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih. وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ Wa mā tujzauna illā mā kuntum tamalūna. Kamu tidak diberi balasan, kecuali terhadap apa yang telah kamu kerjakan. اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ Illā ibādallāhil-mukhlaṣīna. Akan tetapi, hamba-hamba Allah yang terpilih karena keikhlasannya, اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ Ulā'ika lahum rizqum malūmun. mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan, فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ Fawākihu wa hum mukramūna. yaitu buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ Fī jannātin naīmi. di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan. عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ Alā sururim mutaqābilīna. Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ Yuṭāfu alaihim bika'sim mim maīnin. Kepada mereka diedarkan gelas yang berisi minuman dari mata air surga. بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ Baiḍā'a lażżatil lisy-syāribīna. Warnanya putih bersih dan lezat rasanya bagi orang-orang yang meminum-nya. لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ Lā fīhā gauluw wa lā hum anhā yunzafūna. Tidak ada di dalamnya unsur yang membahayakan dan mereka tidak mabuk karenanya. وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ Wa indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi īnun. Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah dan membatasi pandangannya dari selain pasangan mereka. كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ Ka'annahum baiḍum maknūnun. Warna kulit mereka seperti warna telur yang tersimpan dengan baik. فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ Fa'aqbala baḍuhum alā baḍiy yatasā'alūna. Mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap. قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ Qāla qā'ilum minhum innī kāna lī qarīnun. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu di dunia pernah mempunyai seorang teman يَّقُوْلُ اَءِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ Yaqūlu a'innaka laminal-muṣaddiqīna. yang berkata, Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan hari Kebangkitan? ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ A'iżā mitnā wa kunnā turāban a'innā lamadīnūna. Apabila kami telah mati lalu menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi balasan?’” قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ Qāla hal antum muṭṭaliūna. Dia berkata, “Maukah kamu menengok temanku itu?” فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ Faṭṭalaa fa ra'āhu fī sawā'il-jaḥīmi. Maka, dia menengoknya. Lalu, dia melihat teman-nya itu di tengah-tengah neraka Jahim. قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ Qāla tallāhi in kitta laturdīni. Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku. وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ Wa lau lā nimatu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīna. Sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka. اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ Afamā naḥnu bimayyitīna. Apakah kita tidak akan mati, اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ Illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimuażżabīna. kecuali kematian kita yang pertama saja di dunia dan kita tidak akan diazab di akhirat ini?” اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ Inna hāżā lahuwal-fauzul-aẓīmu. Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung. لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ Limiṡli hāżā falyamalil-āmilūna. Untuk kemenangan seperti ini, hendaklah beramal di dunia orang-orang yang mampu beramal. اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ Ażālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqūmi. Apakah makanan surga itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqum? اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ Innā jaalnāhā fitnatal liẓ-ẓālimīna. Sesungguhnya Kami menjadikannya pohon zaqum itu sebagai azab bagi orang-orang zalim. اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ Innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīmi. Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ Ṭaluhā ka'annahū ru'ūsusy-syayāṭīni. Mayangnya seperti kepala-kepala setan. فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ Fa innahum la'ākilūna minhā fa māli'ūna minhal-buṭūna. Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian darinya buah pohon itu dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya zaqum. ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ Ṡumma inna lahum alaihā lasyaubam min ḥamīmin. Setelah makan buah zaqum, sesungguhnya bagi mereka minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas. ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ Ṡumma inna marjiahum la'ilal-jaḥīmi. Kemudian, tempat kembali mereka pasti ke neraka Jahim. اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ Innahum alfau ābā'ahum ḍāllīna. Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat. فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ Fahum alā āṡārihim yuhraūna. Mereka tergesa-gesa mengikuti jejak nenek moyang mereka. وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ Wa laqad ḍalla qablahum akṡarul-awwalīna. Sungguh, sebelum mereka kaum Quraisy, benar-benar telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu. وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ Wa laqad arsalnā fīhim munżirīna. Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus rasul pemberi peringatan di kalangan mereka. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ Fanẓur kaifa kāna āqibatul-munżarīna. Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu, اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ࣖ Illā ibādallāhil-mukhlaṣīna. kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih karena keikhlasannya. وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ Wa laqad nādānā nūḥun falanimal-mujībūna. Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa. وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ Wa najjaināhu wa ahlahū minal-karbil-aẓīmi. Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar. وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبَاقِيْنَ Wa jaalnā żurriyyatahū humul-bāqīna. Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan di bumi. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ Wa taraknā alaihi fil-ākhirīna. Kami mengabadikan untuknya pujian pada orang-orang yang datang kemudian, سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ Salāmun alā nūḥin fil-ālamīna. “Kesejahteraan Kami limpahkan atas Nuh di semesta alam.” اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ Innā każālika najzil-muḥsinīna. Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ Innahū min ibādinal-mu'minīna. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin. ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ Ṡumma agraqnal-ākharīna. Kemudian, Kami menenggelamkan yang lain. ۞ وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ Wa inna min syīatihī la'ibrāhīma. Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya Nuh. اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ Iż jā'a rabbahū biqalbin salīmin. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci, اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ Iż qāla li'abīhi wa qaumihī māżā tabudūna. ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu? اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ A'ifkan ālihatan dūnallāhi turīdūna. Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah? فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ Famā ẓannukum birabbil-ālamīna. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?” فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ Fa naẓara naẓratan fin-nujūmi. Lalu, dia Ibrahim memandang sekilas ke arah bintang-bintang, فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ Fa qāla innī saqīmun. kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.” فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ Fa tawallau anhu mudbirīna. Mereka lalu berpaling darinya seraya meninggalkannya. فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ Farāga ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūna. Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka secara diam-diam, lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan? مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ Mā lakum lā tanṭiqūna. Mengapa kamu tidak menjawab?” فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ Farāga alaihim ḍarbam bil-yamīni. Dia lalu menghadap ke berhala-berhala itu sambil memukul dengan tangan kanan-nya. فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ Fa aqbalū ilaihi yaziffūna. Kemudian, mereka kaumnya datang bergegas kepadanya. قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ Qāla atabudūna mā tanḥitūna. Dia Ibrahim berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ Wallāhu khalaqakum wa mā tamalūna. Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.” قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ Qālubnū lahū bun-yānan fa'alqūhu fil-jaḥīmi. Mereka berkata, “Buatlah bangunan perapian untuk membakar-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.” فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ Fa arādū bihī kaidan fajaalnāhumul-asfalīna. Mereka bermaksud memperdayainya, namun Allah menyelamatkannya, lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina. وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ Wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīni. Dia Ibrahim berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi menghadap kepada Tuhanku. Dia akan memberiku petunjuk.” رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīna. Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang termasuk orang-orang saleh.” فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ Fa basysyarnāhu bigulāmin ḥalīmin. Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak Ismail yang sangat santun. فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ Falammā balaga maahus-saya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatifal mā tu'maru, satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīna. Ketika anak itu sampai pada umur ia sanggup bekerja bersamanya, ia Ibrahim berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia Ismail menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.” فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ Falammā aslamā wa tallahū lil-jabīni. Ketika keduanya telah berserah diri dan dia Ibrahim meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan untuk melaksanakan perintah Allah, وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ Wa nādaināhu ay yā ibrāhīmu. Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim, قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīna. sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ Inna hāżā lahuwal-balā'ul-mubīnu. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ Wa fadaināhu biżibḥin aẓīmin. Kami menebusnya dengan seekor hewan sembelihan yang besar. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ Wa taraknā alaihi fil-ākhirīna. Kami mengabadikan untuknya pujian pada orang-orang yang datang kemudian, سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ Salāmun alā ibrāhīma. “Salam sejahtera atas Ibrahim.” كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ Każālika najzil-muḥsinīna. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ Innahū min ibādinal-mu'minīna. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin. وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ Wa basysyarnāhu bi'isḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīna. Kami telah memberinya kabar gembira tentang akan dilahirkannya Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh. وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ Wa bāraknā alaihi wa alā isḥāqa, wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīnun. Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan Ishaq. Sebagian keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada pula yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri. وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ Wa laqad manannā alā mūsā wa hārūna. Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun. وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ Wa najjaināhumā wa qaumahumā minal-karbil-aẓīmi. Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar. وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ Wa naṣarnāhum fakānū humul-gālibīna. Kami telah menolong mereka sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang. وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ Wa ātaināhumal-kitābal-mustabīna. Kami telah menganugerahkan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas Taurat. وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ Wa hadaināhumaṣ-ṣirāṭal-mustaqīma. Kami telah membimbing keduanya ke jalan yang lurus. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ Wa taraknā alaihimā fil-ākhirīna. Kami telah mengabadikan untuk keduanya pujian pada orang-orang yang datang kemudian, سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ Salāmun alā mūsā wa hārūna. “Salam sejahtera atas Musa dan Harun.” اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ Innā każālika najzil-muḥsinīna. Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ Innahumā min ibādinal-mu'minīna. Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin. وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ Wa inna ilyāsa laminal-mursalīna. Sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul. اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ Iż qāla liqaumihī alā tattaqūna. Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa? اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخٰلِقِيْنَۙ Atadūna balaw wa tażarūna aḥsanal-khāliqīna. Apakah kamu terus menyeru Bal dan meninggalkan sebaik-baik pencipta, اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ Allāha rabbakum wa rabba ābā'ikumul-awwalīna. Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?” فَكَذَّبُوْهُ فَاِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ Fakażżabūhu fa'innahum lamuḥḍarūna. Mereka kemudian mendustakannya Ilyas. Sesungguhnya mereka akan diseret ke neraka, اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ Illā ibādallāhil-mukhlaṣīna. kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih karena keikhlasannya. وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ Wa taraknā alaihi fil-ākhirīna. Kami mengabadikan untuknya pujian pada orang-orang yang datang kemudian, سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْ يَاسِيْنَ Salāmun alā ilyāsīna. “Salam sejahtera atas Ilyas dan kaumnya.” اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ Innā każālika najzil-muḥsinīna. Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ Innahū min ibādinal-mu'minīna. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin. وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ Wa inna lūṭal laminal-mursalīna. Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul. اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۙ Iż najjaināhu wa ahlahū ajmaīna. Ingatlah ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua, اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ Illā ajūzan fil-gābirīna. kecuali seorang perempuan tua istrinya yang termasuk golongan orang-orang kafir yang tertinggal. ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ Ṡumma dammarnal-ākharīna. Kemudian, Kami binasakan yang lain. وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ Wa innakum latamurrūna alaihim muṣbiḥīna. Sesungguhnya kamu penduduk Makkah benar-benar akan melintasi bekas-bekas kehancuran mereka pada waktu pagi وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ Wa bil-laili, afalā taqilūna. dan waktu malam. Mengapa kamu tidak mengerti? وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ Wa inna yūnusa laminal-mursalīna. Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul. اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ Iż abaqa ilal-fulkil-masyḥūni. Ingatlah ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan, فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ Fa sāhama fakāna minal-mudḥaḍīna. kemudian dia ikut diundi, maka dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ Faltaqamahul-ḥūtu wa huwa mulīmun. Dia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ Falau lā annahū kāna minal-musabbiḥīna. Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah, لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ Lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yubaṡūna. niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya ikan sampai hari Kebangkitan. ۞ فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ Fa nabażnāhu bil-arā'i wa huwa saqīmun. Kami kemudian melemparkannya dari mulut ikan ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit. وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ Wa ambatnā alaihi syajaratam miy yaqṭīnin. Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya. وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ Wa arsalnāhu ilā mi'ati alfin au yazīdūna. Kami mengutusnya kepada seratus ribu orang atau lebih, فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ Fa'āmanū famattanāhum ilā ḥīnin. lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu. فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ Fastaftihim alirabbikal-banātu wa lahumul-banūna. Wahai Nabi Muhammad, tanyalah mereka orang-orang kafir Makkah, “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ Am khalaqnal-malā'ikata ināṡaw wa hum syāhidūna. atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan-nya?” اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ Alā innahum min ifkihim layaqūlūna. Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka, وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ Waladallāhu, wa innahum lakāżibūna. “Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta. اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ Aṣṭafal-banāti alal-banīna. Apakah Dia Allah lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ Mā lakum, kaifa taḥkumūna. Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan-nya? اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ Afalā tażakkarūna. Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ Am lakum sulṭānum mubīnun. Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas? فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ Fa'tū bikitābikum in kuntum ṣādiqīna. Kalau begitu, bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar. وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ Wa jaalū bainahū wa bainal-jinnati nasabān, wa laqad alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūna. Mereka menjadikan hubungan nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka kaum musyrik pasti akan diseret ke neraka, سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ Subḥānallāhi ammā yaṣifūna. Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan, اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ Illā ibādallāhil-mukhlaṣīna. kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih karena keikhlasannya. فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ Fa'innakum wa mā tabudūna. Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفٰتِنِيْنَۙ Mā antum alaihi bifātinīna. tidak akan dapat menyesatkan seseorang terhadap Allah, اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ Illā man huwa ṣālil-jaḥīmi. kecuali orang yang akan masuk ke neraka Jahim. وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ Wa mā minnā illā lahū maqāmum malūmun. Malaikat berkata, “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu. وَّاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ Wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffūna. Sesungguhnya kamilah yang selalu teratur dalam barisan dalam melaksanakan perintah Allah. وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ Wa innā lanaḥnul-musabbiḥūna. Sesungguhnya kamilah yang benar-benar terus bertasbih kepada Allah.” وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ Wa in kānū layaqūlūna. Sesungguhnya mereka orang kafir Makkah benar-benar berkata, لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ Lau anna indanā żikram minal-awwalīna. “Seandainya di sisi kami ada sebuah kitab dari kitab-kitab yang diturunkan kepada orang-orang terdahulu, لَكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ Lakunnā ibādallāhil-mukhlaṣīna. niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang terpilih. فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ Fa kafarū bihī, fasaufa yalamūna. Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya Al-Qur’an. Maka, kelak mereka akan mengetahui akibat keingkarannya itu. وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ Wa laqad sabaqat kalimatunā liibādinal-mursalīna. Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ Innahum lahumul-manṣūrūna. Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan, وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ Wa inna jundanā lahumul-gālibūna. dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang. فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ Fatawalla anhum ḥattā ḥīnin. Maka, berpalinglah engkau Nabi Muhammad dari mereka sampai waktu tertentu! وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ Wa abṣirhum, fa saufa yubṣirūna. Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat azab itu. اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ Afabiażābinā yastajilūna. Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan? فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ Fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā'a ṣabāḥul-munżarīna. Apabila turun siksaan itu di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu. وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ Wa tawalla anhum ḥattā ḥīnin. Berpalinglah engkau Nabi Muhammad dari mereka sampai waktu tertentu. وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ Wa abṣir, fasaufa yubṣirūna. Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat azab itu. سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ Subḥāna rabbika rabbil-izzati ammā yaṣifūna. Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan. وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ Wa salāmun alal-mursalīna. Selamat sejahtera bagi para rasul. وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-ālamīna. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

surat as saffat latin